DKPP Kabupaten Madiun Mendorong Pengembangan Produk Usaha Dengan Melaksanakan Pelatihan Pengolahan Bahan Pangan Asal Hewan Menjadi Bakso dan Rolade

Acara pelatihan pembuatan bakso dan rolade oleh DKPP Kabupaten Madiun

Madiun Berita-1.com-Terus konsisten mendorong kemajuan produk usaha masyarakat,Dinas Ketahanan Pangan Dan Peternakan(DKPP) Kabupaten Madiun melaksanakan pelatihan pengelolaan bahan pangan asal hewan(daging sapi) menjadi pentol bakso dan rolade.

Digelarnya pelatihan ini sebagai bentuk dukungan DKPP dalam pengembangan produk usaha masyarakat. 

Dalam pelatihan ini tidak hanya tips dan trik membuat bakso dan rolade yang kenyal dan lezat ,namun ada berbagai materi yang diberikan oleh narasumber dengan mempraktekkan langsung.

Untuk memproduksi bakso dan rolade yang berkualitas,diperlukan cara produksi yang baik,mulai dari pemilihan bahan, proses produksi dan yang paling penting harus memperhatikan aspek higienis tempat.

Acara di gelar di aula kantor DKPP Kabupaten Madiun jalan Alun-alun Utara No 4,di ikuti oleh 90 orang peserta dari 45 Kelompok Wanita Tani(KWT),Kamis 23/11/2023.

Hadir sebagai narasumber Kiswanto dari UD.Waris Waluyo dari Desa Bajulan, Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Paryoto.

Dalam sambutannya Paryoto menyampaikan bahwa pelatihan ini sebagai upaya mengantisipasi atau tindakan pencegahan stunting.

Dikatakannya bahwa,sekarang ini kita sedang menghadapi tiga permasalahan yang serius yaitu; stunting, inflasi dan kemiskinan ekstrim.

Lanjutnya, melalui tangan-tangan kreatif ibu-ibu diharapkan  dapat meramu dan mengolah  bahan pangan lokal menjadi bahan pangan dengan level hotel bintang lima,disini perlu adanya inovasi dan kreativitas dari peserta pelatihan untuk mengolah dari bahan yang sama tapi dengan tampilan yang berbeda,"terangnya.

"Kami berharap,peserta bisa menerapkan hasil pelatihan pengelolaan bahan pangan asal hewan (daging sapi menjadi pentol bakso dan rolade) sebagai alternatif konsumsi harian dan menggunakan diversifikasi usaha untuk perekonomian (KWT) dan keluarga."

"Semoga dengan pelatihan ini ibu-ibu semua nantinya sukses menjadi pengusaha bakso dan rolade,"pungkasnya.(red)


Previous Post Next Post

View: